Diduga, Developer Ali Mangicir dan Berondok Tak Tanggungjawab

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:54 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG –
Dugaan penelantaran pembangunan rumah mencuat di Perumahan Menteng Griya Insani, Desa Mencirim Tengah, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Seorang pembeli rumah, Afrizal Fadly Nasution, SE, mengaku rumah yang dibelinya telah dibayar lunas sejak 2024, namun hingga kini tak kunjung selesai dan dibiarkan dalam kondisi tak layak huni.

Afrizal Fadly Nasution yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua PC GM FKPPI 0201 Kota Medan itu menyatakan kekecewaan mendalam atas sikap pihak pengembang yang dinilai tidak bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan rumah yang dijanjikan siap huni justru masih terbengkalai setelah dua tahun berlalu.

Kondisi rumah disebut memprihatinkan. Pintu kamar tidak terpasang, kamar mandi belum rampung, WC belum ada, jendela tidak terpasang, air tidak mengalir, serta pekerjaan dinding dan finishing belum diselesaikan.

“Rumah ini sudah saya lunasi sejak 2024. Tapi faktanya sampai sekarang tidak bisa ditempati. Ini bukan keterlambatan biasa, ini sudah penelantaran,” ujar Afrizal dengan nada tegas.

Afrizal menegaskan, seluruh pembayaran telah diserahkan secara penuh. Uang pembangunan disebut sudah diterima oleh pihak pemborong bernama Ali, yang selama ini diketahui mengerjakan pembangunan rumah tersebut.

“Uangnya sudah diberikan semua. Tidak ada tunggakan. Tapi setelah itu, pembangunan berhenti,” ungkapnya.

Ironisnya, setelah dana diterima, pihak yang bersangkutan justru disebut sulit dihubungi dan tidak mau ditemui . Upaya komunikasi untuk meminta kejelasan dan pertanggungjawaban disebut berulang kali menemui jalan buntu.

“Sekarang orangnya mangicir dan berondok tidak mau jumpa. Dihubungi tidak jelas. Cendol kali si Ali tu, tidak ada itikad baiknya untuk menyelesaikan,” katanya.

Tak hanya pembangunan fisik, persoalan juga merambah ke dokumen kepemilikan. Hingga kini, sertifikat atau surat tanah rumah tersebut belum diterbitkan, meski pembayaran telah lunas.

Dokumen disebut masih belum beralih atas nama pembeli.
“Rumah dibayar kontan, tapi surat tanah belum ada. Ini jelas merugikan dan membuat posisi pembeli sangat lemah,” ujar Afrizal.

Lebih lanjut, Afrizal mengungkapkan sejumlah material bangunan seperti granit dan perlengkapan lainnya justru dibeli menggunakan uang pribadinya, bukan disediakan oleh pihak developer sebagaimana dijanjikan di awal.

“Kalau saya tidak turun tangan sendiri, rumah ini mungkin tidak akan pernah selesai,” katanya.

Merasa dirugikan secara materi dan moral, Afrizal menyatakan akan membuka persoalan ini ke ruang publik sebagai bentuk peringatan agar masyarakat tidak mengalami hal serupa.

Ia juga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Saya bicara agar ada kejelasan dan tidak ada korban berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ali melalui percakapan WA, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 11.21 Wib, kepada wartawan mempertanyakan apakah pihak media sda menerima buktinya bahwa itu sudah lunas.
“Dalam pemberitaan, abang harus hati hati, jangan nanti abang pula yang kena. Ku peringatkan, abang hati hati, abang kan belum tau itu sudah lunas atau belum,” ujar Ali.

Dia juga meminta untuk beritakan kembali jangan lakukan anarkhis. ” Kita atur pertemuanlah, nanti kena balik abang. Kita sama sama orang lapangan, udahlah nanti ngopi ngopilah, nanti kita counterlah,” katanya.

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan konsumen di sektor perumahan dan memunculkan dugaan praktik pengembang yang tidak profesional.

Publik kini menunggu langkah tegas dari pihak terkait untuk memastikan hak pembeli tidak terus terabaikan.(red)

Berita Terkait

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Polrestabes Medan Akan Di Demo Mendesak Kapolrestabes Medan Menepati Janji Menyelesaikan Kasus Korban Yang Disuruh Polisi Nangkap Maling Jadi Tersangka !
Warga Binaan dan Petugas Rutan Tarutung Jalani Tes Urine Mendadak
Putri Proklamator RI Halida Nuriah Hatta Turun ke Tenda Pengungsian Tinjau Langsung Kondisi Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
Masyarakat Batu Bara Minta Presiden Prabowo Subianto Segera Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Akta Palsu, Dana Digondol, Dirut “Dilengserkan” : Skandal Agen Elpiji 3 Kg di Sumut Seret Nama Oknum Notaris dan Tersangka Polrestabes Medan, Minta Pertamina Turun Tangan
Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh
Kalapas Kelas I Medan Pimpin Apel Pagi Perdana Awal Tahun 2026

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 14:54 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:54 WIB

Polrestabes Medan Akan Di Demo Mendesak Kapolrestabes Medan Menepati Janji Menyelesaikan Kasus Korban Yang Disuruh Polisi Nangkap Maling Jadi Tersangka !

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:57 WIB

Warga Binaan dan Petugas Rutan Tarutung Jalani Tes Urine Mendadak

Selasa, 6 Januari 2026 - 17:15 WIB

Masyarakat Batu Bara Minta Presiden Prabowo Subianto Segera Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus

Selasa, 6 Januari 2026 - 10:30 WIB

Akta Palsu, Dana Digondol, Dirut “Dilengserkan” : Skandal Agen Elpiji 3 Kg di Sumut Seret Nama Oknum Notaris dan Tersangka Polrestabes Medan, Minta Pertamina Turun Tangan

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:09 WIB

Kisah Pilu Agus, Pemuda Lampung Timur: Kaki Nyaris Putus, Bertahan Hidup di Gubuk Reyot yang Menunggu Runtuh

Senin, 5 Januari 2026 - 20:26 WIB

Kalapas Kelas I Medan Pimpin Apel Pagi Perdana Awal Tahun 2026

Senin, 5 Januari 2026 - 13:54 WIB

Donasi Spontan XMIST dan Penonton Bantu Warga Lampung Dapatkan Listrik

Berita Terbaru